PERSIAPAN AZZURI DI EURO 2008

ITALI Persatuan Sepakbola: FIGC

Presiden: Giancarlo Abete

Didirikan: 1898 Masuk UEFA: 1954 Masuk FIFA: 1905

Pelatih Kepala: Roberto Donadoni
Kapten: Fabio Cannavaro Stadion: Stadion Olimpico Kapasitas: 80.338
Kiper: Gianluigi Buffon (Juventus),Marco Amelia (Lazio),Christian Abbiati (Atletico Madrid)
Belakang: Andrea Barzagli (Palermo), Fabio Cannavaro (Real Madrid),
Dario Dainelli (Fiorentina), Gennaro Del Vecchio (Sampdoria), Fabio
Grosso (Lyon), Marco Materrazzi (Inter Milan), Alessandro Nesta
(Milan), Massimo Oddo (Milan), Manuel Pasqual (Fiorentina), Max Tonetto
(Roma), Cristian Zaccardo (Palermo), Gianluca Zambrotta (Barcelona)

Tengah: Massimo Ambrosini (Milan), Mauro Camoranesi (Juventus), Daniele
De Rossi (Roma), Aimo Diana (Palermo), Gennaro Gattuso (Milan), Marco
Marchionni (Juventus), Stefano Mauri (Lazio), Simone Perrotta (Roma),
Andrea Pirlo (Milan), Franco Semioli (Chievo)

Depan: Antonio Cassano (Lazio), Alessandro Del Piero (Juventus), David
Di Michele (Torino), Antonio Di Natale (Udinese), Alberto Gilardino
(Milan), Vincenzo Iaquinta (Juventus), Filippo Inzaghi (Milan),
Cristiano Lucarelli (Shaktar Donetsk), Fabio Quagliarella (Sampdoria),
Tommaso Rocchi (Lazio), Luca Toni (Bayern Munich)

Beban Berat Jawara DuniaDi ajang Piala Dunia, Italia boleh membusungkan
dada dengan catatan empat kali menjadi juara. Tapi Italia tidak bisa
sombong bila berbicara Euro atau Piala Eropa.

Untuk ajang Euro, prestasi Italia tidaklah sementereng di Piala Dunia.
Dari 7 kali berpartisipasi, Italia hanya baru sekali merasakan gelar
juara yakni di tahun 1968, selebihnya prestasi terbaik Gli Azzurri
hanya sebagai runner up yakni di tahun 2000.

Meskipun baru mengemas satu gelar juara, tim yang terkenal dengan
sebutan Gli Azzurri ini masih pantas untuk ditakuti lawan-lawannya.
Terbukti dari trek rekornya saja, jawara Piala Dunia 2006 lalu itu
memiliki rekor yang bagus. Dari 104 pertandingan, Gli Azzuri mampu
mengemas 53 kemenangan, 34 seri dan 17 kali kalah.

Ya, Italia memang salah satu negara Eropa yang mempunyai tradisi
sepakbola panjang dan baik. Terkenal dengan pertahanan grendelnya atau
Catenaccio, yakni pola permainan yang mementingkan bertahan dari pada
menyerang, Italia masih mampu menggelontorkan gol sebanyak 162 serta
hanya kebobolan 73 gol.

Para pelatih yang menangani Italia pun kebanyakan menganut sepakbola
ala Catenaccio yang diperkenalkan oleh Nereo Rocco. Tercatat hanya
Giovanni Trapattoni yang ketika itu melatih di Piala Dunia 2002,
terkenal anti dengan sepakbola bertahan.

Tapi apa prestasi Trapattoni? Italia terhenti di babak perempat final,
sebelum dkalahkan tuan rumah Korea Selatan 2-1. Trapattoni pun mundur
sebagai pelatih.

Setelah era Trapattoni, FIGC menunjuk mantan pelatih Juventus dan Inter
Milan Marcello Lippi yang kembali menggunakan pola bermain bertahan
ketat. Hasilnya sebuah trofi Piala Dunia berhasil mereka bawa pulang.

Kini di ajang Euro 2008, dimana tongkat estafet kepelatihan yang
berpindah dari Lippi kepada Roberto Donadoni, Gli Azzurri pun masih
mengandalkan pola bermain bertahan tersebut. Masih ingatkah bagaimana
derasnya serangan Skotlandia di laga penentuan Grup B, dengan pola
bertahan Italia akhirnya keluar sebagai pemenang dan melenggang ke
putaran final.

Donadoni mungkin adalah pelatih tim nasional ideal karena pendekatannya
dalam memilih pemain. Tidak ada anak emas, hanya performa bagus di klub
yang dipertimbangkannya. Italia sekarang tidak perlu tergantung pada
pemain tertentu.

“Masih ada empat atau lima posisi dari 23 pemain skuad resmi yang belum
saya putuskan. Para pemain tahu apa saja yang akan membuat saya memilih
mereka,” ujar Donadoni.

Tergabung dalam grup neraka bersama Prancis, Belanda dan Rumania di
Grup C, Donadoni mungkin akan mempertahankan tradisi bertahan yang
diwariskan kepadanya. Namun, Donadoni mesti ingat bahwa ia memiliki
skuad yang kebanyakan pemainnya tidak lagi berusia muda.

The Rising Star, Fabio QuagliarellaItalia tidak henti-hentinya
menelurkan bomber-bomber berbahaya. Setelah masa Christian Vieri dan
Filippo Inzaghi berakhir, kini giliran Fabio Quagliarella siap bersinar.

Meskipun jadi pemain pinjaman ketika membela Sampdoria, namun itu tidak
mengecilkan hati Quagliarella. Terbukti, dia mampu mengemas 13 gol dari
35 penampilannya di Serie A bersama Il Samp.

Alhasil, bintang muda itu dipanggil Gli Azzurri untuk memperkuat Italia
dalam laga persahabatan melawan Lithuania. Dimana dalam pertandingan
itu, Quagliarella mampu menyumbang dua gol.

Ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Quagliarella. Pasalnya,
itu merupakan debut Quagliarella di tingkat senior.

Bahkan, penampilan gemilang bintang muda kelahiran 31 Oktober 1983 itu
membuat sejumlah tim besar berlomba-lomba mencoba menarik perhatiannya.
Mulai dari Juventus, AC Milan, hingga Manchester United mencoba untuk
menggaetnya.

Sayangnya, Quagliarella memutuskan untuk bertahan di Serie A dan
memilih Udinese. Kita lihat saja, apakah Quagliarella mampu membuktikan
ketajamannya di Euro 2008 mendatang.

Perkiraan Formasi: (4-3-3) Buffon; Oddo, Barzagli, Cannavaro,
Zambrotta; Gattuso, Pirlo, Ambrosini; Camoranesi, Toni, Di Natale

Kelebihan Pemilihan pemain yang on-fire di klub. Formasi fleksibel
tergantung tipe lawan yang dihadapi. Motivasi merebut gelar ganda
setelah Piala Dunia 2006.

Kekurangan Di bawah Roberto Donadoni, pertahanan Italia tak terlalu
bagus. Jadwal sangat padat di level klub. Sejarah buruk di ajang Piala
Eropa.

Tinggalkan Balasan